Semenjak era Kesultanan Mataram, Madiun memang jadi daerah yang taktiks. Ini sebab posisinya ada di tepian dengan Kerajaan Kediri. Daerah ini kerap jadi pangkalan pemberontak-pemberontak Mataram

Sekarang ini, Madiun lebih diketahui dengan panggilan Kota Gadis yang disebut akronim dari perdagangan, pengajaran, serta industri. Dipanggil sebagai Kota Pecel berdasar kulineran ciri khas yang bisa diketemukan dengan gampang di wilayah ini.

Selaku daerah yang taktiks, Madiun sendiri berpotensi rekreasi yang tinggi. Objek rekreasi yang ada di Madiun lumayan banyak, dari rekreasi alam sampai rekreasi religi serta riwayat, dapat didatangi di kota yang memiliki jarak 160 km dari Surabaya.

Apa tempat rekreasi di Madiun yang memikat serta pantas untuk didatangi? Berikut penjelasannya:

1. Gunung Wilis

Gunung Wilis mempunyai ketinggian 2.169 mtr. di permukaan laut. Kecuali masuk ke daerah Madiun, gunung ini masuk ke daerah Kediri, Tulungagung, Nganjuk, Ponorogo, serta Trenggalek.

Gunung Wilis populer sebab sempat dilalui sama pasukan gerilya yang dipegang sama Jenderal Sudirman saat mempersiapkan gempuran umum 1 Maret 1949 ke Yogyakarta.

Gunung Wilis sendiri adalah gunung berapi dengan posisi istirahat serta jadi tempat favorite untuk beberapa pendaki sebab terhitung ke gunung yang tidak begitu tinggi.

Sejauh pendakian, bisa banyak didapati beberapa satwa liar penghuni gunung yang bisa disaksikan dengan bebas. Jalan penting dari Gunung Wilis terbagi dalam bukit-bukit serta lembah. Waktu favorite untuk mendaki Gunung Wilis ialah saat akhir minggu serta hari libur nasional.

2. Air Terjun Krecekan Denu

Ada di Desa Gilingan, Dusun Kepel, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, seputar 4 km dari Wana Rekreasi Grape serta 20 km dari pusat Kota Madiun. Air Terjun Krecekan Denu mempunyai ketinggian kurang dari 20 mtr. serta mempunyai panorama alam seputar yang mempesona.

Dari posisi penitipan kendaraan, pengunjung harus berjalan seputar 15 menit ke arah air terjun. Jalan yang dilewati untuk meraihnya masih curam serta cukup melelahkan.

Menurut masyarakat seputar, air terjun ini baru diketemukan di tahun 2012 lantas yang jadikan tempat rekreasi ini terhitung masih perawan. Keadaan yang asri serta alami jadi daya magnet penting dari Air Terjun Krecekan Denu.

Pengunjung perlu bayar ticket masuk sebesar Rp2.000 saja saat akan masuk tempat rekreasi ini.

3. Air Terjun Kucur

Bila umumnya air terjun tercipta dengan alamiah, beda hal dengan Air Terjun Kucur yang terdapat di Desa Pucang Sawit, Dusun Padas, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun yang disebut air terjun bikinan.

Arah dibikinnya air terjun ini sama warga seputar untuk menangani permasalahan kekeringan saat musim kemarau datang. Kehadiran air terjun baru diketahui sama warga luas seputar tahun 2008 kemarin.

Daya magnet yang dipunyai sama tempat rekreasi ini ialah 4 jenjang yang dipunyai sama air terjun. Tingkat pertama kalinya mempunyai ketinggian seputar 15-20 mtr., tersisa 3 jenjang yang lain mempunyai tinggi 2-3 mtr. saja.

Posisi di seputar Air Terjun Kucur kerap dipakai untuk lakukan sepeda jelajahi. Posisinya yang dapat dicapai dengan gampang, membuat tiap pengunjung yang tiba tak perlu kesusahan untuk mencapai air terjun.

Pengunjung perlu mambayar parkirkan kendaraan yang ditipkan saja saat tiba ke posisi ini sebab belumlah ada biaya spesial yang dipastikan.

4. Air Terjun Seweru

Juga dikenal dengan beberapa nama lain, seperti Air Terjun Kedung Malam serta Serondo, air terjun ini adalah salah satunya rekreasi alam yang ada di lereng Gunung Wilis, persisnya ada di Desa Seweru, Dusun Kare, daerah kebun kopi Kandangan. 15 km dari pusat Kota Madiun.

Ketinggian air terjun capai 400 mdpl serta ada kolam di bawahnya selaku tempat penampuangan air. Keseluruhan luas tempat rekreasi ini capai 6 hektar.

Sumber mata airnya ada tepat di bawah Gunung Wilis. Saluran air terjun keluar dari antara rindangnya pohon-pohon. Kehadiran perkebunan kopi yang ada pula menambahkan keadaan asri serta hijau di posisi ini.

Agar bisa sampai ke Air Terjun Seweru, pengunjung harus memakai sepeda motor selanjutnya diteruskan berjalan sepanjang 1 km lewat jalan setapak yang ada. Lelahnya perjalanan terbayar dengan keelokan air terjun yang alami. Ticket masuk Air Terjun Seweru cukup dapat dijangkau. Cuman Rp1.000 sampai Rp2.000 saja.

5. Air Terjun Banyulawe Dong

Air Terjun Banyulawe Dong masih 1 posisi dengan Air Terjun Krecekan Denu. Posisinya ada di Dusun Kepel, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun. Untuk capai posisi ini, dari alun-alun Madiun silahkan ke arah Dungus selanjutnya teruskan perjalanan ke arah Wana Wisa Grape sampai lagi hingga ke waduk PLTA Giringan.

Dari waduk itu, lebih kurang berjalan 2 km ke jalan beraspal yang selanjutnya bertukar jadi medan off road. Belumlah ada biaya spesial yang diputuskan untuk masuk di tempat ini. Pengunjung cuman diambil uang parkirkan saja.

Perjalanan yang berat serta meletihkan dibayar dengan panorama air terjun yang paling menarik. Air Terjun Banyulawe Dong ini jadi air terjun terindah yang berada di Madiun. Ketinggian air terjun capai lebih kurang 50 mtr. serta dialiri sama debet air yang lumayan besar.

6. Waduk Kedungbrubus

Peranan penting dari Waduk Kedungbrubus sebagai fasilitas irigasi. Tempat ini disahkan di bulan Juni 2008. Posisinya ada di desa Kedungbrubus, Dusun Bulu, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun. Waduk ini bersebelahan langsung dengan daerah Kabupaten Bojonegoro.

Di seputar waduk sudah dibuat beberapa sarana simpatisan, seperti warung makan yang dapat digunakan sama pengunjung sepanjang ada di situ. Akses yang cukup gampang untuk capai posisi ini makin memikat ketertarikan banyak pelancong untuk tiba.

Di seputar waduk banyak diketemukan fosil purba. Ini sebab menurut beberapa periset, Sungai Kedungbrubus adalah salah satunya sungai purba yang berkaitan dengan Trinil di Ngawi. Belumlah ada biaya spesial yang diputuskan di posisi rekreasi ini.

7. Waduk Bening Widas

Juga dikenal selaku Waduk Saradan sebab posisinya ada di Kecamatan Saradan, persisnya ada di Desa Petung, Dusun Pajajaran. Luas keseluruhnya waduk capai 860 km2 yang digunakan selaku fasilitas irigasi serta PLTM.

Kecuali ke-2 peranan itu, waduk ini jadi selaku objek rekreasi yang telah diurus secara baik. Dalam tempat ini telah ada beberapa kios, rumah makan, kolam pancing, pelabuhan, taman bermain, serta pondokan, hingga pelancong jadi makin gampang saat liburan dalam tempat ini. Pengunjung akan diambil biaya Rp7.500 per dua orang.

Jarak waduk dengan pusat Kota Madiun seputar 40 km. Pemandangan alam yang dijajakan dalam tempat ini berbentuk bukit-bukit Gunung Wilis serta Gunung Pandan yang terdapat di Bojonegoro. Objek rekreasi ini terus ramai didatangi saat tahun baru datang. Di Waduk Bening Widas ini menyengaja dipiara ikan-ikan air tawar yang diurus sama Layanan Tirta.

8. Waduk Notopuro

Sama dengan waduk-waduk yang lain, Waduk Notopuro berperan selaku fasilitas irigasi untuk mengairi persawahan warga. Bedanya, waduk ini memiliki sifat selaku waduk tadah hujan.

Air yang dari serapan di seputar rimba lereng Gunung Pandan semua akan dimuat di waduk ini. Posisi Waduk Notopuro ada di Desa Notopuro, Dusun Duren, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun. Jaraknya lebih kurang seputar 15 km dari Kota Caruban.

Saat yang pas untuk nikmati keelokan waduk ialah di saat matahari keluar. Keelokan yang terbentuk benar-benar tidak ada duanya. Apa lagi, kita kita bisa menikmatinya tiap hari serta dengan gratis.

Akses jalan yang telah beraspal, membuat perjalanan pengunjung bertambah lebih gampang kembali. Jalan yang ada juga tersambung pada jalan ke arah Waduk Kedungbrubus.

9. Waduk Dawuhan

Waduk Dawuhan ada di Dusun Sidomulyo, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun serta memiliki jarak seputar 8 km dari Kota Caruban. Waduk dengan luas yang capai 1.273 hektar ini ditujukan selaku fasilitas irigasi untuk mengairi persawahan di 9 dusun di 3 kecamatan.

Diketahui sebab mempunyai panorama yang cantik serta menarik, tempat ini jadi selaku tempat rekreasi pilihan. Pengunjung bisa nikmati keelokan Waduk Dawuhan dengan gratis.

Sama dengan Waduk Notopuro, Waduk Dawuhan dipakai selaku tempat budidaya ikan air tawar. Awalnya, budidaya ikan dilaksanakan dengan memakai tempat keramba. Tetapi, sebab di saat musim kemarau air dalam waduk menyusut, karena itu skema keramba dipandang tidak demikian efekif. Skema budidaya ikan selanjutnya dirubah jadi skema sebar benih.

10. Rekreasi Alam Grape

Rekreasi alam ini ada di Dusun Kemresek, Kecamatan Wungu, 15 km dari Kota Madiun. Objek rekreasi ini dibuat untuk bikin pengunjung merasai pengalaman keadaan pedesaan dengan cara langsung.

Beberapa jenis aktivitas dapat juga dilaksanakan di sini, dimulai dari naik sepeda, lintas alam, kemping, serta lakukan panjat tebing. Ada sarana permainan membuat teritori rekreasi alam ini jadi makin komplet serta pas dipakai selaku tempat piknik favorite keluarga.

Wana rekreasi alam ini tempati tempat seluar 1,5 hektar yang adalah daerah dari KPH Madiun. Ticket masuk di tempat ini cuman Rp1.000 saja.